Terlibat, atau tidak sama sekali

2220 Words

Saat keluar gedung latihan dan menuju parkiran, angin sore Jakarta menyapa dengan sejuk wajah keduanya. Begitu keduanya masuk ke mobil, Hansika meraih seatbelt dan menghela napas panjang, “saya lapar deh,” katanya tanpa basa-basi. Setelah berlatih, dia jadi sangat lapar, sampai-sampai tidak bisa tahan kalau harus menunggu sampai rumah. Satya menghidupkan mesin mobil, “pulang atau Nona mau cari resto?” “Laparnya sekarang, belum lagi macet banget jam pulang begini... Enggak bisa saya tahan makan di rumah. Jadi mau makan di luar.” Ia bersandar, memasang wajah serius, langsung tahu apa yang ia inginkan... “Hotpot, cari resto ini aja.” Satya melirik sekilas, Hansika memang selalu tahu ingin makan apa saat mengatakan sudah lapar. Hansika mungkin salah satu perempuan yang kalau ditanya mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD