Tendangan Maut Nona!

1855 Words

Lantai paling atas gedung latihan itu sengaja dikosongkan khusus untuk Satya mengajari Nonanya dimulai dengan sore ini. Tidak ada satu pun yang memasukinya, jadi hanya ada mereka berdua. Ruangan luas dengan dinding putih, jendela besar, lantai matras empuk, dan suasa yang lebih tenang dibanding lantai-lantai lain. Tidak ada suara musik, tidak ada keramaian, hanya ruang kosong yang sejak awal tampak seperti disiapkan khusus untuk Hansika memulai ulang dengan serius seperti kemauannya. Hansika berdiri tepat di tengah ruangan, mengenakan pakaian taekwondo putih yang baru pertama kali ia pakai dengan kesadaran dan keinginan penuh. Satya yang tadi berikan, dan ukurannya pas sekali dengannya. Pakaian itu jatuh rapi di tubuhnya, kontras dengan rambutnya yang diikat seadanya. Ada gugup di mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD