“Liburanmu sudah hampir selesai Luca, bagaimana dengan sekolahmu hm? Papa akan jemput dan kita pulang ke Jakarta.” Suara bujukan Vihan pada sang putra terdengar saat Pasha memasuki rumah Leif ini. Vihan tidak mendengarkan usulan sang Papa untuk meninggalkan Jakarta, kembali pada putranya yang enggan menyudahi liburan dengan ibunya. Selain karena ia tidak mungkin meninggalkan masalah ini, sebagai penanggung jawab bagian tim sukses ayahnya. Pasti Vihan ada alasan lain, menghindar untuk bersama mantan istrinya. “Apo Ken kenapa tidak pernah terlihat Papa?” tanya anak itu menanyakan kakeknya. Vihan menghela napas dalam, tapi berusaha untuk tenang. Luca tidak perlu tahu apa yang terjadi dengan keadaan orang dewasa di keluarganya. “Ada, sibuk sekali jadi belum bisa menelepon dan bicara de

