“Pasti aneh bukan, aku datang dengan calon suami berbeda?” bisik Hansika saat berdua dengan Jemma sambil menunggu tunangannya yang tertahan untuk mengangkat telepon dari Pasha. Ia sebenarnya sudah sempat bertemu Jemma, tapi saat itu Satya tidak bisa ikut. Baru kali ini, dia juga hadir. Jemma tersenyum, “tidak ada yang aneh, semua yang sudah digariskan tidak akan tertukar.” Tangannya mengusap lengannya. “Kali ini malah aku melihat sesuatu yang tidak kamu bawa saat mendatangi kantorku dengan pasangan sebelumnya.” Kening Hansika mengernyit, “ya?” “Bahagia. Terlihat dari senyummu. Berbeda sekali. Saat itu, kamu lebih terlihat seperti ragu. Tatapanmu lebih banyak kosong seperti yang sedang mempertimbangkan baik-buruknya langkahmu. Kali ini, bahkan ada antusias setiap kali memberi detail ya

