Tidak lama terdengar suara langkah mendekat, cepat dan Saluna mendekat “Ka Hansika, berbahaya tahu! Kok bisa enggak hati-hati!” omelnya yang jadi saksi. Dia abaikan situasi penyelamatan sigap Satya yang mencuri perhatiannya tadi sampai terbengong-bengong. Hansika memberi anggukan, kemudian biarkan dirinya dirangkul sang adik menaiki tangga, Satya melangkah di belakangnya sambil lebih siap memerhatikan langkah Hansika. Saluna memang lebih sembarang, bar-bar dari Hansika yang bahkan di tangga pun sering sambil lari, tapi adiknya minim insiden tidak seperti Hansika. “Kayaknya kamu belum benar-benar sehat deh, ka!” “Ssssth, enggak! Tadi cuman benaran berbalik begitu saja, enggak memerhatikan pijakan kakiku yang terlalu mepet ujungnya.” Kata Hansika meralat anggapan adiknya, “jangan bilan

