Makin Berani

2811 Words

Pertanyaan adiknya cukup jelas dan detail. Untuk sesaat Hansika masih terdiam menatap pantulan wajahnya di kaca rias. Saluna terus memerhatikan hingga menyimpulkan, “belum pernah ya?” Hansika memberi anggukan pelan, langsung menunduk memasang jam tangannya. “Ya, aku baru menyadari belakangan ini. Aku malah tidak berniat untuk menyatakan pada Satya.” “Kenapa?” Saluna mengernyitkan kening atas jawaban kakaknya. “Dia tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku.” “Seyakin itu? Kakak tidak akan pernah tahu, kalau belum pernah bicara padanya pun sebaliknya.” “Aku yakin, karena setiap bersamaku... sikapnya aneh.” “Aneh bagaimana? Padahal yang kulihat caranya menatapmu juga seperto orang yang mengasihi.” Saluna semakin tahu, kian penasaran. Hansika harusnya lebih bisa mengendalikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD