Hansika tidak ingat kapan terakhir kali dirinya menyetir sendiri, melawan perasaan gemetar yang tiba-tiba mendesaknya. Teringat momen kecelakaan tragis yang rasanya nyata tetapi ia merasa tidak pernah mengalaminya. “Kamu harusnya memberitahu Uncle Halim atau Mamimu, Hansika.” Hamish tidak habis pikir dengan putrinya, kejadiannya di RMC. Rumah sakit milik keluarganya. “Aku tidak bisa berpikir hal lain, selain harus segera menyusul Satya, Papi.” Hamish menghela napas dalam, “Papi akan segera menyusulmu. Hati-hati.” “Ya.” Setelahnya Hansika segera menutup telepon. Tetap dengan tujuan utama yang tidak bisa dihentikan, Papi juga akan menyusulnya dengan harapan langsung menghubungi pengacara untuk mendampingi Satya. Hansika menghela napas dalam-dalam. Pendingin mobilnya hidup, tetapi H

