Satya mengambil cuti selama tiga hari, dia sebelum-sebelumnya tidak pernah melakukannya bahkan bisa dibilang jarang sekali memanfaatkan jatah cuti yang akan Papi berikan. Tiga hari itu pun tugas Satya akan digantikan oleh Mahanta. Kini ia dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, duduk di belakang sementara Mahanta mengemudi dengan fokus. Tidak banyak bicara, Hansika juga sejak pergi dan pulangnya sekarang pun memilih banyak diam sambil sesekali mengecek ponsel. Membaca pesan terakhirnya yang dikirimkan kepada Satya pagi tadi setelah Papi memberitahunya. [Papi bilang kamu cuti, Satya. Ada apa? Kamu enggak sakit, kan?] Itu memang haknya, Hansika harusnya tidak mempertanyakan yang mungkin saja, dia punya urusan pribadi. Tapi, setahunya Satya tidak punya siapa-siapa yang dia sebut kelua

