Waktunya di Semarang sangat singkat, dua malam terasa kurang. Hansika masih ingin tinggal bersama Eyang-Eyang kesayangannya. Namun, tanggung jawabnya sebagai dokter juga sudah menunggu pun ada agenda lain termasuk urusan persiapan pernikahan. Terpenting melegakan sudah melihat Eyang-Eyang sudah sehat. Mereka bersemangat untuk hadiri pernikahannya, berbanding dengan calon pengantinnya sendiri. Pulang hanya berdua dengan Satya. Hansika baru sekali tiba di rumah, walau duduk dikelas luxury kereta, tetap saja ada rasa lelah yang maunya ketika tiba di rumah langsung istirahat. Namun, saat Hansika melihat mobil Nando sudah terparkir depan rumahnya, ia sudah menghela napas dalam-dalam. Satya di belakangnya membawakan kopernya. “Pak Nando di sini,” beritahu Satya yang sebetulnya tidak perlu,

