Terkuak [2]

2420 Words

“Luka ini hanya kecil, tanpa diobati nanti kering sendiri Nona.” Ucap Satya, tetapi Hansika tetap meminta kotak obatnya dan mengobati memar di pipinya. Tangan Hansika masih sedikit gemetar, dengan peristiwa depan matanya tadi. "Nona Hansika," panggilnya lagi kaena Hansika hanya diam, Satya juga menatapnya penuh ketegangan, "kamu marah?" "Tidak, ketika kamu lepas kendali tadi, memukul Vihan... itu hakmu membela diri. Vihan pantas mendapatkannya. Ia tidak berhak menghina kamu. Aku merasakan kemarahanmu juga. Aku cuman masih syok sama tiba-tiba para wartawan itu datang." Akuinya. Satya kembali hanya diam, sambil tatapannya tidak berkedip memerhatikan Hansika dari jarak sangat dekat. Dengan kapas ditangan, yang sudah ditetesi obat luka, ia mengobatinya. Tangan Satya yang semula di atas pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD