Mobil yang Satya kemudikan melaju menuju rumah Leif, suasanya sangat hening. Ia dan Hansika yang duduk disisinya saling menatap sejenak lalu Hansika memerhatikan Svala yang bersandar duduk di kursi belakang sambil menatap ke luar jendela. Sesekali tampak menyeka air matanya. Tangan lainnya memeluk perutnya. Ia dan Satya sama-sama tidak menduga akan lebih dulu tahu keadaan kehamilan Svala bahkan di banding Vihan dan lainnya di keluarga Leif. Setibanya depan gerbang Leif yang kokoh, Satya membuka kaca mobil dan mengejutkan penjaga yang berjaga depan layar. Mereka menunjukkan wajah depan kamera pengawas yang ada intercom. “Pak Satya—“ suara penjaga gugup terdengar dan langsung dipotong oleh Svala. “Dia bersamaku, tolong buka gerbangnya ya.” Svala ikut membuka kaca mobil langsung memberi

