Pilihan Hamish yang tiba-tiba berdiri menciptakan kekosongan udara di ruangan itu. Hansika secara refleks merapatkan duduknya ke arah Satya, tangannya mencengkeram lengan kemeja pria itu seolah sedang bersiap menghadapi vonis akhir. Lea menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan, sementara Halim dan Kikan hanya bisa terpaku, tidak berani menyela otoritas sang kepala keluarga Lais. Hansika langsung mengarahkan tatapan pindah ke Mami, berharap Mami menetralkan Papinya jika memberi jawaban yang menentang kembali hubungannya dengan Satya. Namun, Lea juga tidak bisa menilai sikap yang akan diambil sang suami untuk saat ini. Baru saja Hamish mula mencair, memberi kesempatan untuk hubungan mereka. “Saya mengerti jika pengakuan ini tidak mudah diterima oleh Pak Hamish dan keluarga,”

