Sebagian dari dirinya menyelami perasaan takut, bukan hanya mengenai masa lalu yang kelam akan identitasnya melainkan penerimaan mengenai dirinya yang sebenarnya setelah mengakui diri pada Hansika dan keluarganya. Meski begitu, tidak ada kesempatan untuk mundur lagi. Ingatan itu seperti kaset rusak yang terus berputar di kepala Satya sambil ia menceritakan mengenai dirinya, saat ini dunia luar sedang gaduh membicarakan skandal ayahnya walau foto anak kecil itu dan ibunya belum ada yang menyebut nama mereka. Memori itu melompat ke masa ketika Satya berusia hampir dua belas tahun. Empat tahun setelah insiden hari ibu yang membuatnya patah hati, kondisi rumah mereka bukannya membaik, justru semakin sunyi. Satya tumbuh menjadi anak laki-laki yang pendiam dan waspada, ya semua membentuk kar

