Sweet!

2241 Words

“Sayang,” panggil Hansika. Pemandangan Satya bangun lebih awal padahal ia yang sakit bukanlah hal baru sejak mereka pulang ke rumah. Satya selain sedang membiasakan jalan pelan-pelan tanpa kursi roda, pun tidak mau melewatkan ibadahnya walau sambil duduk. Berdirinya masih belum stabil. “Aku di sini,” katanya. Saat Hansika hendak menyentuhnya, dia menggeleng pelan. Hansika tertawa kecil, “sudah wudu ya?” “Iya," angguknya. “Tunggu sebentar ya...” Hansika segera menyusul bersuci dulu, lalu ikut ibadah subuh bersama bukan yang pertama. Sejak pulang ke rumah, kebiasaan ini mulai jadi rutinitas dalam rumah tangga mereka. Sejujurnya, ia tidak menyangka kalau Satya terbilang teratur untuk ibadahnya. Duduk lama setelah ibadah, Hansika menatap punggung laki-laki yang masih duduk khusyuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD