Teror

2529 Words

“Tidak akan kubiarkan dia lari!” Satya mengepalkan tangan dengan tekat. Langkah Satya begitu ringan namun terukur dengan kesigapan. Sudah cukup main kucing-kucingannya, Satya tidak senang dipermainkan. Lebih baik jika ditantang duel sekalian secara jantan. Jika bisa malam ini, ia tidak akan melepaskan termasuk jika benar orang yang memantau mereka adalah Nando. Memasuki area basement parkir, ia melihat sebuah pintu menuju tangga darurat tertutup. Instingnya langsung ke sana. Ia segera masuk... Penerangan yang lebih temaram menyapanya. Satya kembali waspada di lorong tangga darurat yang remang dan berbau semen lembap itu, ia mendengar langkah-langkah tergesa. Satya melompati tangga cepat hingga akhirnya terkejar. Orang itu menoleh, namun hari apes sedang didapatinya saat ia tersandun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD