Yang Sempat Tertunda

2764 Words

Warning adegan 18+ . . Sentuhan kecil dari Satya di kepala Luca seolah menjadi jembatan emosional yang tak kasat mata. Meski hanya sekali usapan, bagi Svala dan Hansika, itu adalah sebuah kemajuan besar. Satya yang biasanya memagari dirinya dengan tembok es yang tinggi, kini membiarkan retakan kecil itu muncul demi seorang bocah yang tidak tahu-menahu soal dendam masa lalu. “Lain kali ya, Sayang. Uncle Satya masih harus banyak istirahat juga,” bisik Svala lembut sambil menarik Luca kembali ke sampingnya. Svala memberikan anggukan hormat yang penuh rasa terima kasih kepada Satya, lalu menoleh pada Hansika. “Kami ke poli gigi dulu, sudah waktunya. Sampai bertemu lagi, Dokter Hansika—“ “Hansika saja, Svala. Jangan memanggilku terlalu formal. Kita sudah beberapa kali bertemu juga.” Sv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD