Untuk Selamanya [2]

2208 Words

“Thank you, Pasha... Kamu sahabat terbaik, saudara laki-laki Satya dan juga jadi keluargaku sekarang.” Hansika mendekat, Pasha memeluk wanita itu singkat, “jaga Satya, ya... Kalian harus saling jaga! Tugasku mulai hari ini, menjaganya mulai ringan.” Hansika mengangguk. Lalu berlanjut menyalami rekan-rekan Satya lainnya dengan senyum tulus. Ia melihat binar kekaguman di mata mereka. Ya, mereka yang tahu benar betapa keras perjuangan Satya untuk mencapai titik ini. Sebaliknya, Hansika dengan bangga memperkenalkan Satya kepada keluarga dan kerabat besar Lais. Satya yang biasanya dingin dan waspada, kini tampil dengan wibawa seorang pasangan Hansika, membalas setiap ucapan selamat dengan senyum sopan yang menawan. “Ini keluarga dari Arubumi, Hutama... Keluarga keduaku, terutama Uncle Raya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD