Mobil sedan tua yang biasanya Satya kendarai hari itu digantikan oleh iring-iringan mobil hitam yang mengkilap. Mobil pengantinnya sendiri, mobil yang dikirimkan oleh keluarga Hansika. Sudah dihiasi bunga dan pita-pita di bagian depan. Mobil membelah jalanan perbukitan yang mulai diselimuti kabut tipis sore hari. Satya duduk di kursi belakang, tangannya yang terbalut kain beskap sesekali meremas lututnya sendiri. Ia mengenakan beskap putih tulang dengan potongan kerah tinggi yang gagah, dihiasi kancing-kancing emas kecil yang memberikan kesan ningrat. Kain batik sidomulyo yang membalut pinggang hingga kakinya benar-benar kembaran dengan milik Hansika, melambangkan janji bahwa sejak hari ini, langkah mereka akan selalu seirama. Di belakangnya terselip keris dengan juntaian bunga melati. L

