Satya sudah mencari keberadaan Hansika ke beberapa tempat, namun tidak melihatnya juga. Hingga ada yang menunjukkan, “di lapangan sana, tadi saya lihat dokter sama anak-anak.” “Terima kasih, Bu.” Pada ibu paruh baya yang sedang menyapu halaman rumahnya. Satya berlari cepat menuju satu-satunya lapangan yang masih tanah dengan rerumputan alami. “Bagian Kakak dokter?” “Itu suaranya!” Satya langsung mengenali suara sang Nona, bersamaan suara anak-anak yang menyahutinya. Hansika sungguh ada di sana, dan Satya langsung menghentikan langkahnya. Menatap gadis itu yang tertawa sedang ikut mencoba permainan lompat tali karet. Ada dua gadis yang memegang di masing-masing ujung karet yang dirangkai hingga membentuk tali panjang. Sudah lama Satya tidak melihat permainan tradisional ini dimain

