“Nona, kita sudah tiba di rumah.” Beritahu Satya dengan suara rendah, seolah sebenarnya tidak tega membangunkannya. Suara yang membuat Hansika membuka mata. Matanya menatap sekitar, menemukan bangunan besar milik orang tuanya. Ya, akhirnya ia sudah di rumah. Mereka tiba menjelang sore. Setelah pembicaraan dengan Satya tadi yang berakhir buat Hansika bingung, ada kalimat yang ambigu sekali tetapi Hansika terlanjur malas mempertanyakan melihat kedinginan yang menguar dari diri Satya. Hansika langsung menegakkan duduknya, kemudian melepas sabuk pengamannya dan tanpa menunggu Satya sudah lebih dulu turun. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, buat Satya yang juga terburu-buru turun, berakhir terdiam dan menatapnya. Satya biarkan sang Nona menjauh, sementara ia perlu menurunkan barang-bar

