Lampu Hijau [2]

2430 Words

“Selamat sore Bang Satya!” sapaan itu datang dengan senyum di wajah Mahanta yang menyambutnya begitu mobil klasik yang digunakannya melewati gerbang tinggi. “Sore Mahanta, apa kabarmu?” “Saya baik, Bang. Ibu Lea sudah memberitahu kami kalau Bang Satya akan datang.” Lapornya, ya bukan hanya Hansika tetapi Lea—Nyonya rumah yang memberitahu izin untuk tidak menghalangi Satya. Memang tidak ada perintah untuk mereka menolak kehadiran Satya sejak awal selain ucapan Hamish di hari memanas itu yang memintanya menjauh dari putrinya. Satya saja yang langsung sadar diri untuk menjauh dari sana segera. “Saya masuk dulu, Maha.” “Ya, Bang. Silahkan" angguknya. Ketika Satya melewati gerbang tinggi kediaman Lais dengan perasaan yang benar-benar berbeda. Jika dulu setiap jengkal langkahnya memasu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD