“Aku penasaran akan yang terjadi semalam, Bunny.” Bisik Hamish pada sang istri. Sambil sesekali memandang putrinya yang sedang bersama Satya tepat sebelum menantunya berpamitan. “Ya, nanti tanyakan saja. Kita tunggu Satya berangkat kerja. Takutnya Satya kurang nyaman kalau kita bahas di hadapannya.” Lea meminta suaminya bersabar untuk rasa penasarannya. Hamish menarik napas dalam, “kelihatannya berhasil, apa ini pertanda aku dan Kendra akan bersaing mengasuh cucu kami nanti?” Lea memutar bola matanya, “ternyata kamu penasaran hanya karena takut memperebutkan waktu bersama cucu kita nanti?” Hamish menyengir, sebab tepat. “Jangan serakah, bagaimana pun itu bukan cuman cucu kita. Ada darah Leif juga.” “Hm,” gumam Hamish masih tidak rela. Pagi hari di kediaman keluarga Lais selal

