Bonus Part 11

2221 Words

Sudut bibir Satya tertarik, sekian menit berlalu ia duduk di sisi ranjang dengan berhati-hati hanya untuk memandangi Hansika yang tertidur nyaman tanpa niat mengganggu. Didukung udara menjelang siang yang menyusup masuk melalui celah jendela kayu yang sengaja dibuka sedikit, masih membawa aroma embun, tanah basah, dan wangi pinus yang menyegarkan paru-paru. Hansika menghirup napas dalam-dalam, merasakan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya di Jakarta. Setelah perjalanan emosional ke pemakaman Mama Rose tadi pagi, momen di mana ia menyaksikan Satya bersimpuh dengan tegar namun penuh kasih di depan pusara ibunya, Hansika merasa tubuhnya butuh jeda. Ia terlelap di atas ranjang besar model lama namun masih kokoh yang seprainya masih beraroma detergen lembut. Lama ia terbuai da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD