Pemindahan Satya dari ruang ICU ke kamar perawatan VVIP menjadi simbol ketenangan kecil bagi keluarga Lais terutama Hansika. Harapannya makin pulih. Meskipun aroma antiseptik masih tajam menusuk indra penciuman, suasana di dalam ruangan itu terasa jauh lebih hangat. Satya terbaring lemah, wajahnya masih pucat pasi, dan beberapa slang medis masih terhubung ke tubuhnya, namun matanya yang terbuka sayu adalah tujuan kehidupan bagi Hansika. Bagi Satya, kondisinya bukan hal berat selama melihat wajah wanita yang dicintainya bersamanya, masih bernapas bukan sebaliknya. Sementara Hansika seolah telah mematri dirinya di sisi tempat tidur. Ia duduk di kursi, menolak untuk beranjak meski hanya untuk makan. Jemarinya yang lentur terus menggenggam tangan Satya yang besar dan kasar, sesekali membawany

