Setetes Darah [2]

2330 Words

Operasi itu berjalan berjam-jam, lampu merah di atas ruang operasi itu akhirnya padam, berganti dengan cahaya putih, namun bagi mereka yang menunggu, itu adalah sinyal yang lebih mendebarkan daripada suara tembakan yang didapati tadi malam. Lea dan Halim mendekat lebih dulu, kebetulan rumah sakit itu punya koneksi baik dengan RMC—jadi mereka sempat diizinkan memantau berjalannya operasi tadi. Lea dan Halim juga yang lebih banyak bicara dengan dokternya, tatapan Lea melunak saat melihat Hansika yang langsung berdiri meski dengan tubuh yang goyah. “Darah Vihan bekerja,” ujar Halim pelan, suaranya membawa kelegaan yang luar biasa. “Kuasa Sang Maha Kuasa, sampai akhirnya tubuh Satya merespons transfusi itu dengan sangat cepat. Tekanan darahnya mulai naik, dan pendarahan di arteri perutnya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD