Selalu ada risiko [2]

2145 Words

Hansika menarik napas dalam-dalam ketika mereka tiba di rumah, untuk alasan ia lega selamat pun lainnya karena tak akan bisa langsung beristirahat. Papi dan Nando bagian yang ada di sana. Menunggu cemas, lalu Mami melangkah pertama dan memeluk Hansika. “Aku baik-baik saja, Mami... kami berhasil keluar dari tempat bentrok itu.” Baru saja dibahas tadi dengan kakak sepupunya, mengenai kegiatannya ikut relawan tim medis ke pelosok-pelosok dan zona merah. Kini, di kota Jakarta pun bisa terjadi. “Kami sangat khawatir, honey...” bisik Mami Lea, “kamu tidak ke rumah sakit?” “Aku tidak terluka, jadi enggak perlu ke rumah sakit. Petugas medis di sana, yang kami temui memastikan kondisiku. Satya juga—“ Kalimatnya tidak selesai saat Nando melangkah maju, ke hadapan Satya. Raut wajah tunangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD