“Kondisinya tidak ada luka, pengacaraku sudah mengurus mobilnya... ya, aku melihatnya pun syok sekali.” Hamish yang tengah bicara dengan Halim—sang kembaran di telepon, sambil memijat keningnya mengingat video dan gambar mobil yang biasa dipakai putrinya itu hangus hingga tinggal kerangka. “Tidak bisa membayangkan bila Satya terlambat mengambil keputusan untuk keluar dari dalam sana, ya walau Satya terluka.” “Terpenting mereka selamat,” balas Halim. Saat dikabari, seluruh keluarga ikut tegang. “Ya,” mobilnya diasuransi, bukan itu yang jadi beban pikiran Hamish setelahnya. “Ayah dan Bunda tidak tahu, Izz meneleponku menanyakan Hansika saat tidak sedang bersama dengan mereka. Tapi, kita tidak bisa menyembunyikannya... besok pagi aku meminta Izz memberitahu, lalu setelahnya biar Hansika

