Bibirnya masih saja tertarik membentuk lengkungan senyum kala ingat kenangan acara tujuh bulanan yang masih tertinggal manis di benak Hansika. Hari itu, dinding es yang selama puluhan tahun mengurung Satya seolah retak oleh kehangatan doa bersama. Hansika tidak akan pernah melupakan binar haru di mata Papa Kendra saat pria tua itu diberikan kesempatan untuk mengguyurkan air siraman ke bahu Hansika setelah dilakukan Satya, lalu Papi dan Mami, sebagai bentuk pengakuan simbolis bahwa ia adalah bagian dari silsilah keluarga tersebut. Meski Satya hanya menyapa sekilas dengan formalitas yang kaku, pemandangan Papi Hamish yang menjamu Papa Kendra lalu berbincang akrab sudah lebih dari cukup. Potret keluarga besar yang kini terpajang di kamarnya menampilkan Lais dan Leif dalam satu bingkai adalah

