Exposed

2126 Words

Apartemennya sudah seperti rumah kedua bagi sahabatnya, Pasha. Tepat ia kembali dari lari pagi, menemukan Pasha sudah duduk bersantai di apartemennya. Sesekali menguap. “Sudah mandi? Mukamu kelihatan masih seperti orang bangun tidur.” Mata Pasha yang sipit, kalau mengantuk semakin terlihat. Dia menguap lagi, “hoam! Udahlah! Saking enggak sabarnya dengar ceritamu mengenai restu Pak Hamish, dan pergi mengapeli pacarmu atas izinnya, aku jadi langsung ke sini.” Beritahunya. “Hari ini santai?” “Hm, semoga memang hari mingguku tenteram ya... Papa dan Kakakmu tidak membuatku sibuk juga hari ini.” Katanya. Satya hanya menggeleng pelan, berlalu dari hadapannya untuk pergi mandi. Ia membersihkan diri, memakai baju santai berupa celana pendek dan atasan kaus hitam tanpa lengan karena hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD