Keesokan paginya, suasana Yogyakarta terasa lebih tenang. Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Hansika dan Satya turun ke restoran hotel untuk sarapan. “Aku mau cari sarapan di pasar ngasem deh...” Hansika malah membayangkan makanan yang di luar resto hotel. “Kamu mau makan apa? Pasti ramai, nanti aku saja yang ke sana dan belikan, atau minta tolong seseorang.” “Hm, ya sudah enggak jadi. Kita sarapan di hotel saja.” Kata Hansika. Di sana, mereka sudah ditunggu oleh Izz yang tampak santai dengan kaosnya. Begitu melihat kembarannya, Izz langsung berdiri dan menatap Hansika dengan teliti. “Semalam sampai hotel jam berapa?” “Sudah hampir tengah malam, Arubumi mukanya sudah mulai lelah banget bersalaman enggak ada henti. Tamunya banyak.” “Itu belum seberapa... lanjut di Jakarta nan

