Bonus Part 5

1262 Words

“Jadi ingat momen pernikahan kita ya, Mas.” bisik Hansika sambil mengenang, walau pernikahannya dengan Satya tidak jadi sampai resepsi mengingat tragedi berdarah Satya yang tertembak saat menyelamatkannya namun momen sakral pernikahan mereka adalah momentum yang tak terlupakan. “Rasanya baru kemarin kita yang berdiri di pelaminan, sekarang kita sudah mau jadi orang tua.” “Iya. Waktu cepat berlalunya. Acara akan dimulai,” bisik Satya memerhatikan, “kamu tidak merasa pusing, Sayang?” Tangannya menyentuh perut Hansika. “Benaran aku sudah enggak semual bangun pagi tadi kok, tenang ya Mas…” jawab Hansika sambil memberi senyum bermaksud menenangkan sang suami yang sangat cemas. “Kalau kamu pusing, mual bilang ya.” “Iya, ya ampun Mas kamu ketularan Papi deh khawatirnya.” Satya baru saja t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD