123

1108 Words

Lima Tahun Kemudian Suasana di mansion keluarga Ebas dan Nala selalu penuh warna. Tidak pernah ada hari yang benar-benar tenang, terutama sejak Arsya tumbuh semakin aktif dan jahil, sementara Cala semakin sensitif karena sudah merasa ‘dewasa’ sebagai kakak. Pagi itu, teriakan nyaring Cala menggema di seluruh ruangan. "MAMI! ARSYA CORET-CORET BUKU PELAJARAN KAKAK!!" Nala yang saat itu sedang mengaduk teh di dapur langsung tersentak. Ia buru-buru meletakkan sendok di atas meja dan berlari tergopoh-gopoh ke arah suara putrinya. Begitu sampai di ruang keluarga, ia menemukan Cala berdiri dengan wajah kesal, memegang buku tulisnya yang penuh coretan warna-warni. Sementara Arsya hanya berdiri di sofa dengan wajah tanpa dosa, krayon masih tergenggam di tangannya. Ebas yang duduk di meja kerja

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD