Di dalam kamar VVIP rumah sakit, suasana hangat menyelimuti keluarga kecil itu. Nala masih terbaring di ranjang, tersenyum lemah namun penuh kebahagiaan, sementara Ebas duduk di sampingnya, menggendong Arsya yang tengah tertidur pulas. Di sisi lain, Cala yang sejak tadi tak bisa menutupi kegembiraannya, duduk di tepi ranjang ibunya. Mata bulatnya berbinar, menatap adiknya yang terbungkus selimut putih dengan wajah penuh rasa ingin tahu. "Adik Arsya lucu sekali, Mami," ujarnya girang, lalu dengan hati-hati, ia menempelkan telunjuk mungilnya ke pipi chubby bayi itu, menekan pelan seolah ingin memastikan bahwa adiknya benar-benar nyata. Ebas tertawa kecil melihat tingkah putrinya. "Pelan-pelan, Kakak. Adik masih kecil," ujarnya lembut. Cala mengangguk cepat, tetapi tetap saja tangannya be

