Wanita itu melangkah masuk dengan wajah penuh kepanikan. "Bas, aku butuh bicara sama kamu—" Plak! Suara tamparan keras menggema di ruangan. Semua orang terdiam. Almira memegang pipinya yang kini memerah, matanya membulat tak percaya. "Keberanian macam apa yang membuatmu datang ke sini, Almira?" suara Mama Haris bergetar penuh emosi. Almira menelan ludah, menunduk sejenak sebelum menatap wanita yang dulu begitu ia hormati. "Tante… Aku hanya ingin bicara dengan Bas." "Setelah semua yang terjadi? Setelah kau menghancurkan rumah tangganya?!" Mama Haris menyentak, tatapannya tajam. Nala mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Ia tak berkata apa-apa, tetapi tubuhnya menegang. Ebas menarik napas panjang, lalu berdiri. "Almira, cukup." Wanita itu menoleh, matanya berkaca-kaca. "Bas, aku

