Nala merasa sudah cukup bermain air. Ia merapikan rambutnya yang basah lalu menoleh ke arah Cala, yang masih berenang dengan riang. "Kakak, sudah ya? Nanti masuk angin," katanya lembut. Cala mengerucutkan bibirnya. "Tapi Mami baru sebentar ikut main," rengeknya. Nala tersenyum kecil. "Besok lagi, ya?" Cala masih ingin membantah, tetapi begitu melihat tatapan lembut namun tegas dari Nala, ia akhirnya mengangguk dengan enggan. Nala menoleh ke pinggir kolam dan memanggil Sari yang sudah bersiap dengan handuk di dekat pintu kaca mansion. "Sari, tolong bawa Cala masuk. Bilas air hangat, ya?" "Baik, Nona Nala." Sari langsung membawa handuk dan menyelimuti tubuh Cala yang basah, lalu menuntunnya masuk ke dalam rumah. Kini, hanya ada Nala dan Ebas di dalam kolam. Saat Nala hendak naik, tib

