119

1133 Words

Nala memejamkan mata, mencoba untuk tidur, tapi entah kenapa malam ini terasa begitu panjang. Matanya sudah terasa berat, tubuhnya juga lelah, tapi pikirannya tidak bisa berhenti berputar. Lalu tiba-tiba, sebuah lengan kekar melingkar di perutnya, memberikan sensasi hangat yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Tangan itu mengusap lembut perut buncitnya, seolah memberikan rasa aman yang sudah lama tidak ia rasakan. "Kenapa belum tidur?" Suara Ebas terdengar pelan di dekat telinganya. "Mau pillow talk?" Nala membuka matanya, tapi tetap membelakangi Ebas. "Nggak ngantuk." Ebas terkekeh pelan, lalu menggesekkan hidungnya ke leher belakang Nala, membuatnya merinding. "Atau kamu lagi mikirin aku?" godanya. Nala mendesah. "Mas…" "Hm?" "Siapa Almira?" Ebas terdiam sejenak. Pelukan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD