107

1381 Words

Nala mondar-mandir di depan ruang tengah, tangannya sesekali melingkar di perutnya yang mulai membesar. Tatapannya terus kembali ke jam dinding yang kini menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Ada apa ini? Kenapa Mas Ebas seperti ini? Rasa cemasnya semakin menjadi. Berbagai pikiran yang seharusnya tak perlu muncul kini memenuhi kepalanya. Rasa takut yang tak jelas asalnya mulai menjalar, menyesakkan dadanya. Hingga akhirnya, suara deru mobil terdengar dari pelataran mansion. Nala berhenti melangkah. Matanya menajam, hatinya mencelos. Suaminya telah pulang. Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar dari arah pintu utama. Ketika Ebas muncul, Nala hanya bisa menatapnya dengan sinis. Cih. Dari mana dia? Pria itu berdiri di ambang pintu, mengenakan kaus turtleneck hitam yang dibalut coat teba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD