102

1502 Words

Nala menarik napas dalam, mencoba menetralkan detak jantungnya yang masih berdegup kencang. Kebahagiaan ini terlalu besar untuk hanya disimpan dalam hati. Jemarinya yang mungil masih erat menggenggam test pack dengan dua garis merah yang kini menjadi simbol kebahagiaan mereka. Di depan cermin, ia memejamkan mata, membiarkan perasaan syukur melingkupi dirinya. "Aku akan menjadi seorang ibu… Ebas akan menjadi seorang ayah…" pikirnya, senyum kecil terbentuk di bibirnya. Namun, lamunannya terhenti saat tiba-tiba sepasang lengan kekar melingkari pinggang rampingnya dari belakang. Sebuah kecupan lembut mendarat di bahunya yang terbuka, membuat tubuhnya sedikit tersentak sebelum akhirnya ia melihat bayangan suaminya di cermin. Ebas, yang hanya mengenakan celana panjang tanpa kaos, menempelkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD