101

1563 Words

Pagi di Istanbul menyambut Nala dengan sinar matahari yang hangat. Ia menggeliat pelan dalam dekapan suaminya yang masih terlelap. Wajah Ebas tampak damai, seolah kelelahan setelah malam panjang yang mereka habiskan bersama. Nala tersenyum kecil, lalu mencoba bangun perlahan. Namun, baru saja ia menggeser tubuhnya, lengan Ebas langsung menariknya kembali ke dalam pelukan. "Mau ke mana, Sayang?" suara berat Ebas terdengar serak karena baru bangun. "Mandi, Mas. Kita kan mau ke Cappadocia hari ini," jawab Nala sambil menatap wajah suaminya yang masih setengah sadar. Ebas membuka satu matanya, tersenyum miring. "Nggak usah buru-buru. Aku masih mau menikmati pagi dengan istriku dulu." Nala terkikik kecil, lalu mendorong d**a suaminya. "Mas, kita harus berangkat pagi biar nggak ketinggalan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD