110

1456 Words

Nala duduk di tepi ranjang rumah sakit, tangannya dengan lembut membelai rambut Cala yang terasa sedikit lembap karena keringat. Gadis kecilnya masih terlihat pucat, matanya sedikit sayu, tapi ia tetap berusaha menatap mamanya dengan penuh harap. Di sisi lain, seorang wanita, Sari—babysitter yang selalu menjaga Cala —berdiri dengan wajah menunduk. Rautnya jelas menyiratkan rasa bersalah yang besar. Nala menghela napas panjang, mencoba mengatur emosinya yang berkecamuk. Ia ingin marah, ingin menyalahkan seseorang, tapi melihat wajah Sari yang ketakutan, ia memilih menahan diri. “Sari, kenapa jadi seperti ini? Ada apa sebenarnya?” tanyanya, suaranya sedikit serak karena kelelahan dan emosi yang berusaha ia tahan. Sari semakin menundukkan kepalanya. “Maaf, Bu… Cala tadi bermain dengan tem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD