"Bagaimana dengan Arjuna, Dok?" tanya Almira dengan suara bergetar, kedua tangannya mengepal erat di depan d**a. Matanya yang sembab menatap tajam ke arah dokter yang baru keluar dari ruang operasi. Dokter itu—seorang pria paruh baya dengan wajah penuh ketenangan—menyesuaikan posisi kacamatanya sebelum berbicara. "Operasi berjalan dengan lancar, Nona. Namun, kami masih harus memantau kondisinya selama 24 jam ke depan. Arjuna mengalami pendarahan internal yang cukup serius. Kami sudah menghentikannya, tetapi risikonya belum sepenuhnya hilang. Jika terjadi komplikasi, kami harus segera bertindak." Almira mencengkeram sisi gaunnya dengan kuat. "Jadi... dia belum sepenuhnya aman?" Dokter menghela napas. "Kami optimis, tetapi tetap harus waspada. Mohon bersabar, Nona." Napas Almira tercekat

