94

1218 Words

Pagi itu datang dengan lembut, menyelimuti kamar hotel mereka dengan cahaya matahari yang menerobos masuk dari celah tirai. Seperti biasanya, sejak mereka resmi menjadi suami istri, hal yang paling Ebas sukai setiap paginya adalah momen pertama kali membuka mata dan menemukan Nala dalam dekapannya. Wanita itu tidur dengan tenang, bulu matanya yang lentik bergetar pelan seiring napasnya yang teratur. Hidungnya yang mancung dan dagunya yang lancip menjadi pemandangan pertama yang Ebas lihat, sesuatu yang ingin ia nikmati setiap hari seumur hidupnya. Senyumnya mengembang, jari-jarinya dengan lembut menyelipkan anak rambut yang jatuh menutupi wajah cantik istrinya. "Aku benar-benar bahagia, Sayang," bisiknya, seolah takut membangunkan Nala dari tidurnya. Ia menunduk, mengecup kening istri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD