"Mami… itu benar adik Cala?" tanya gadis kecil itu dengan mata berbinar, menatap layar monitor yang menampilkan gambar hitam putih. Nala tersenyum lembut, mengelus kepala putri sambungnya yang duduk di samoing brangkarnya. Namun sebelum ia sempat menjawab, Ebas sudah lebih dulu menyahut, suaranya terdengar hangat dan penuh kasih. "Iya, Sayang. Itu adiknya Kakak, yang masih ada di dalam perut Mami," jawabnya sambil mengusap lembut punggung Cala. Mata Cala semakin berbinar, tangannya menunjuk layar dengan penuh rasa penasaran. "Kok kecil banget, Papi? Tapi dia gerak-gerak!" serunya dengan nada takjub. Dokter yang sedang memeriksa Nala terkekeh kecil. "Iya, Sayang. Adiknya Kakak sekarang masih kecil, tapi dia sedang tumbuh di dalam perut Mami," jelas dokter dengan ramah. Cala mengangguk-

