Bab 93. Ikatan Tak Terpisahkan

1289 Words

Di saat itu, Mario mencoba membuka mulutnya kembali, tapi suara tertahan seperti terperangkap dalam jeruji tenggorokan yang panas, menyiksa setiap helaan napasnya. Maya cepat menarik tangan ayahnya dengan lembut namun tegas. "Sudahlah, Pa. Papa tidak perlu berbicara sekarang. Nanti saja, saat kondisi Papa sudah lebih baik, baru Papa bisa bercerita lagi. Jangan memaksakan diri, Pa. Aku tidak mau Papa kenapa-napa. Matanya menatap kosong, menahan air yang ingin jatuh, tapi kesedihan itu menggumpal dalam d**a tanpa suara. Di hadapan Bram dan orang-orang lain, Maya adalah orang yang keras dan tak tergoyahkan. Namun di balik semua itu, untuk ayahnya, dia hanyalah gadis kecil yang rapuh, terjebak dalam rasa takut dan pilu yang dalam. Melihat lelaki yang dulu jadi bayang-bayang menakutkan di dun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD