Bab 98. Satu Keluarga

1107 Words

Namira terkekeh sinis, menikmati sorotan tajam semua mata yang kini tertuju padanya. Terutama tatapan Daniel dengan mata membelalak, penuh gelisah, seolah tanpa suara mengirim peringatan keras kepada ibunya—jangan sebut nama itu di hadapan keluarga. Tapi justru, Namira semakin menjadi-jadi menggoda putranya. "Kenapa sih, Sayang? Kenapa harus disembunyikan? Bukankah semua yang ada di sini adalah keluarga kamu? Tidak apa-apa dong, mereka tahu?" Suaranya mengalun menggigit, penuh provokasi. Seketika, wajah Daniel merah padam menahan malu. "Ih, Mama.. Tapi, nggak usah blak-blakan gitu juga dong. Lagi pula, Laras itu hanya teman aku, Ma," ucapnya gugup. Nadine menatap penuh curiga, kepalanya sedikit miring. "Kak Daniel, siapa Laras? Calon istri kamu? Tapi, sejak kapan? Aku perhatikan kamu ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD