Nadine tenggelam dalam lautan kesedihan yang tak terperi. Sewaktu neneknya masih terbaring koma di rumah sakit dan meski hatinya hancur melihat keadaan itu, setidaknya ia bisa mengobati rindunya dengan menatap wajah nenek, memeluk dan mencium keningnya. Namun kini, semua itu telah sirna. Hanya tersisa foto tua di tangannya yang dingin, saksi bisu bahwa dia tak akan pernah bertemu neneknya lagi—selamanya. Di saat itu, Keenan keluar dari kamar mandi. Matanya membelalak, tak menemukan Nadine di kamar. Pikirannya melayang, gelisah tanpa arah. Namun saat matanya menangkap pintu balkon yang terbuka lebar, seketika hatinya yakin—istri yang dicintainya ada di sana. Dengan langkah cepat, ia menyusul ke balkon. "Ternyata kamu di sini, Sayang," bisik Keenan lembut, memeluk Nadine dari belakang. Keh

