Sementara itu, di rumah sakit lain, Namira terpaku, ditemani Robert yang baru saja kembali dari Kantor Polisi. Ada getaran aneh di dadanya, seperti luka yang tak terlihat, tapi entah mengapa, rasa sakit itu semakin nyata. Wajah Namira berubah muram, bibirnya bergetar pelan. Robert, yang menyadari hal itu, menatap Namira khawatir. "Mira, kamu kenapa? Apa yang kamu pikirkan?" tanyanya, suaranya bergetar karena melihat kecemasan yang tak bisa disembunyikan. "Aku ... aku tidak tahu, Mas. Tapi, aku merasa ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang buruk sedang terjadi," jawab Namira, suaranya penuh kegelisahan. Matanya mencari sesuatu—seolah berharap ada secercah harapan di balik keheningan yang mencekam. "Mas, coba kamu hubungi Nadine atau Keenan, Mas. Tanyakan di mana mereka sekarang. Apa mungkin

