Bab 85. Antara Hidup Dan Mati

1206 Words

Mereka berlari menghampiri dokter dengan d**a berdebar, mata penuh kecemasan yang sulit disembunyikan. Hanya satu harapan yang terngiang di benak mereka: kabar baik. Nadine tak tahan lagi, suaranya bergetar saat memaksa, "Dokter, bagaimana kondisi mama saya? Apa boleh saya melihatnya sekarang?" Daniel ikut menimpali dengan suara yang berat oleh ketegangan, "Cepat, Dokter! Katakan, bagaimana keadaan ibu kami?" Dokter menarik napas panjang, mencoba menenangkan keduanya. "Tenang, Pak, Bu. Luka yang dialami Bu Kamila cukup serius akibat benturan keras di kepalanya. Tapi, beliau sudah melewati masa kritis. Kita doakan saja, semoga beliau segera sadar dan saat ini juga bisa dipindahkan ke ruang perawatan." Rasa lega menyusup pelan di hati mereka, tapi kekhawatiran belum sepenuhnya sirna. Na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD