Ketika Raveno menggerakan tangannya, Amira langsung memanggil dokter. Diperiksanya Raveno, kondisinya stabil hanya saja dirinya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Terlihat begitu kesakitan, masih kebingungan dan memerlukan waktu sekitar satu jam sampai akhirnya Raveno bisa benar benar mengingat apa yang terjadi. Begitu dokter selesai memeriksanya, Ibu Desi langsung mendekat dan mengusap kepala Raveno. “Terima kasih sudah kembali, Nak. Oma gak tau harus gimana kalau sesuatu terjadi sama kamu,” ucapnya demikian dengan penuh ketakutan. Hidung Raveno masih tersaluri oksigen, dirinya masih belum leluasa menggerakan badannya dikarenakan sakit yang tidak bisa didefinisikan. Bahkan untuk bicara saja, Raveno kesusahan. Tenggorokannya terasa begitu menyakitkan. Sampai akhirnya Raveno men

