“Siapin apa lagi ya?” Tanya Amira ketika dia mengedarkan pandangan pada apartemen yang ditempati oleh Soraya. Mereka sudah mengisi beberapa barang dengan peralatan bayi untuk Ayyara, kamarnya juga sudah disiapkan. “Udah kali ya, Mas?” “I think… udah deh.” Kamar Ayyara diletakan di samping kamar Soraya dan Raveno, bahkan memiliki pintu yang terhubung. Mereka melakukan perombakan tata letak ruangan itu sejak sebelum pernikahan, jadi sekarang tinggal diisi dengan barang barang. Rencananya sore ini mereka tiba di sini, Amira dan Ibu Desi akan menyiapkan makan malam bersama di apartemen ini sebagai bentuk sambutan. Teman temannya pun diundang, dan mereka kini sedang mencari bahan bahan bersama dengan Ibu Desi. Suara tangisan bayi memecah keheningan, William yang sedang terjaga itu langsung

